Prospek Cerah Bitcoin di Indonesia



Bitcoin, salah satu contoh pemanfaatan teknologi Blockchain yang terpopuler makin menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Dari segi pengguna, angkanya terus merangkak naik. Tercermin dari pengguna PT Bitcoin Indonesia yang mengklaim telah tembus sekitar 290 ribu orang dengan 50% diantaranya adalah pengguna aktif harian.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan bitcoin masih memiliki ruangan yang luas untuk terus berkembang. Hal ini didukung oleh faktor jumlah populasi dan penetrasi internet yang kian meningkat.

Di lihat dari profil pengguna bitcoin di Indonesia kebanyakan berasal dari orang-orang yang mengikuti perkembangan teknologi dan tertarik untuk mempelajarinya. Hanya saja, orang-orang tersebut bukan dari kalangan menengah ke atas.

Menurutnya, justru kalangan menengah ke atas termasuk golongan yang sangat konservatif dalam menerima teknologi baru. Kondisi tersebut, cukup berbanding terbalik dengan profil pengguna di luar Indonesia. Pengguna bitcoin kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas dengan pengelolaan finansial yang sudah cukup mutakhir.

"Dari anggota kami, sebagian besar adalah orang-orang yang tahu tentang IT dan tertarik dengan teknologi baru. Kami ingin menyasar segmen pengguna dari non IT. Kami pikir apabila mereka sudah mulai menerima teknologi ini dan tahu cara implementasinya, maka dari itu prospeknya masih sangat luas." kata Oscar di sela-sela acara Blockchain Technology: Revolutionising Crypto Currencies, Rabu (10/5).

Maka dari itu, perusahaan menggalakkan kegiatan edukasi yang dilakukan dengan pendekatan komunitas. Dengan cara ini, pengguna dengan secara sukarela akan mengajarkan ke setiap orang yang masih awam mengenai manfaat dan keuntungan dari pengguna bitcoin.

"Yang terpenting pengguna harus hati-hati dan paham dengan risiko dari bitcoin karena ini komoditas baru di Indonesia, maka tingkat volatilitasnya sangat tinggi."

Sementara ini kebanyakan pemanfaatan bitcoin di Indonesia sebagian besar diperuntukkan kepentingan investasi, pembayaran dan remitansi.

Pemain baru mulai masuk ke Indonesia


Oscar melanjutkan dari prospek bitcoin di Indonesia yang sangat cerah membuat banyak pemain penyedia layanan bitcoin beramai-ramai masuk. Dia memperkirakan saat ini ada lebih dari 50 perusahaan yang terdiri dari berbagai negara dan lokal mulai meramaikan pasar Indonesia.

Ia juga mengklaim dari segi pengguna, Bitcoin Indonesia adalah pemain terbesar di Asia Tenggara yang telah menghimpun sekitar 290 ribu pengguna yang tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi juga tersebar di Malaysia, Hong Kong, dan Singapura.

Bitcoin belum diregulasi

Sejauh ini, bitcoin sebagai mata uang digital belum diregulasi keberadaannya oleh Bank Indonesia. Hanya saja, BI selaku regulator baru mengeluarkan imbauan dengan mengeluarkan pernyataan bahwa bitcoin dapat digunakan, diperjualbelikan, atau disimpan sebagai aset atau bentuk komoditas digital oleh masyarakat Indonesia.

Regulator menyatakan bitcoin tidak boleh dipergunakan sebagai alat pembayaran. Sebab satu-satunya alat pembayaran yang dianggap sah di Indonesia adalah uang Rupiah.

Regulator juga menyampaikan bahwa bitcoin tidak dianggap sebagai lembaga jasa keuangan. Sehingga, bitcoin tidak bisa diproses secara langsung oleh lembaga jasa keuangan, yang notabenenya sudah diawasi oleh BI.

Dampak dari pernyataan ini menurut Oscar justru bukanlah negatif, tetapi positif. Sebab kondisi yang sama telah terjadi sebelumnya di negara lain. BI memberi arahan sekaligus kebebasan kepada masyarakat untuk menggunakan bitcoin.

"Statement dari BI tentang bitcoin ini memberi guidance bahwa masyarakat Indonesia harus sadar dengan risiko sebelum membeli bitcoin. Itu benar adanya, perlu proses edukasi. Benar pula bahwa bitcoin itu bukan mata uang, melainkan sebagai teknologi dan suatu komoditas baru."

Meski belum diatur, Oscar mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan regulator. Dia juga menyatakan siap untuk mematuhi aturan yang akan diberlakukan pada masa mendatang.

Sumber : dailysocial.id